Informasi Obat (Drug Insights)

Kehamilan pada Remaja dan Efek Steroid dalam Mencegah Kematian Bayi Lahir Prematur

Data dari WHO menyebutkan ada sekitar 12 juta remaja perempuan berusia 15-19 tahun yang melahirkan setiap tahunnya pada negara-negara berkembang. Dari kehamilan tersebut, 10 juta-nya merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. Sungguh merupakan fenomena yang menyedihkan dan hal ini terus berlanjut hingga sekarang.

Hamil dan menjadi ibu di usia remaja (umur 10-19 tahun) beresiko tinggi untuk mengalami eklampsia*, puerperal endometritis*, dan infeksi sistemik, dibandingkan dengan wanita berumur 20-24 tahun. Bayi-bayi yang lahir dari ibu remaja tersebut pun turut menanggung resiko terkena berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan kondisi pasca kelahiran yang parah.

Beberapa tindakan pencegahan sudah banyak dilakukan, baik dari WHO maupun lembaga-lembaga di negara yang bersangkutan. Salah satunya melalui intervensi medis dengan melakukan penelitian mengenai efek obat steroid yang dapat membantu meningkatkan angka keselamatan bayi resiko lahir prematur pada daerah yang kekurangan akses pelayanan kesehatan yang memadai.

Secara global, kelahiran prematur adalah penyebab terbesar kematian pada balita. Setiap tahunnya, diestimasikan 15 juta bayi lahir secara premature dan 1 juta-nya meninggal karena komplikasi yang disebabkan lahir terlalu dini. Pada negara kategori berpenghasilan rendah, setengah dari populasi bayi yang lahir sebelum atau pada minggu ke-32, meninggal diakibatkan karena kurangnya pelayanan Kesehatan yang memadai.

Kabar baik datang dari hasil penelitian yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine pada tanggal 23 Oktober 2020, disebutkan bahwa dexamethasone – obat yang sudah digunakan untuk berbagai kondisi, termasuk penyakit rematik dan COVID-19 – ternyata bisa menunjang tingkat keselamatan bayi ketika diberikan kepada wanita hamil yang beresiko melahirkan secara prematur, pada kondisi di mana fasilitas kesehatan tidak memadai. Pengaruhnya sangat signifikan, dari 25 wanita hamil yang diobati dengan dexamethasone, 1 kelahiran bayi prematur terselamatkan. Ketika obat ini diberikan kepada wanita hamil, dexamethasone akan melewati plasenta dan membantu percepatan pematangan paru-paru bayi, meminimalisasi bayi-bayi prematur mengalami problem pada pernapasannya ketika baru lahir.

“Tentunya hal ini hanya akan efektif jika dilakukan oleh tenaga kesehatan yang bisa mengambil keputusan secara akurat diwaktu yang tepat, dengan menyertai pemberian pelayanan yang berkualitas, walaupun dengan kondisi fasilitas yang terbatas kepada ibu dan bayinya,” ujar Dr. Olufemi Oladapo, salah satu koordinator penelitian dan kepala bagian Kesehatan ibu dan anak dari WHO. Berdasarkan studi tersebut, hal penting yang harus diperhatikan adalah keputusan tepat dari pihak yang akan memberikan tindakan intervensi dexamethasone ini. Tenaga Kesehatan harus secara akurat melakukan ultrasound/USG agar diketahui jelas usia kandungannya dan memberikan obat tersebut 48 jam sebelum melahirkan agar tercapai efek maksimal pada wanita yang dinilai berisiko di usia 26—34 minggu kehamilannya. Pastinya harus ditunjang dengan pelayanan yang baik dengan fasilitas minimal, termasuk adanya akses ke alat kesehatan yang dapat menunjang pernapasan dan menjaga suhu tubuh bayi, alat bantu pemberian asupan makan pada bayi, serta manajemen infeksi yang baik.

Penelitian di atas dilakukan sejak Desember 2017 hingga November 2019, secara acak pada 2852 wanita hamil dan 3070 bayi dari 29 rumah sakit level sekunder dan tersier yang berlokasi di Bangladesh, India, Kenya, Nigeria, dan Pakistan. WHO juga telah memasukkan dexamethasone ke dalam daftar ‘Essential Medicines’. Diharapkan kedepannya, negara-negara dengan sistem kesehatannya masing-masing dan perusahaan farmasi dapat memastikan kualitas serta rantai pasokan dan penetapan harga yang efektif demi selalu menjaga ketersediaan stok obat ini, karena obat ini sangat banyak manfaatnya, termasuk dapat menyelamatkan nyawa bayi resiko prematur.


Daftar Istilah:

*eklampsia: adalah suatu serangan kejang pada wanita hamil yang merupakan komplikasi dari preeklampsia

*puerperal endometritis: adalah infeksi pada Rahim yang biasanya disebabkan oleh bakteri yang menjalar dari alat kelamin bawah atau saluran pencernaan

Referensi:

The WHO ACTION Trials Collaborators. Antenatal Dexamethasone for Early Preterm Birth in Low-Resource Countries. The New England Journal of Medicine; 2020.

Darroch J, Woog V, Bankole A, Ashford LS. Adding it up: Costs and benefits of meeting the contraceptive needs of adolescents. New York: Guttmacher Institute; 2016.

WHO. Global health estimates 2015: deaths by cause, age, sex, by country and by region, 2000–2015. Geneva: WHO; 2016.

Ditulis oleh: apt. Dian Rahma Bakti, S.Farm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s